Tips Memilih Rumah Bagi Keluarga Muda

Sumber: pexels.com

Setelah sebelumnya kita pernah membahas tentang tips memilih rumah pertama, kali ini saya coba membahas tips memilih rumah bagi pasangan muda. Tips ini tidak hanya terbatas untuk pembelian rumah pertama saja.

Rumah adalah aset dengan harga paling mahal bagi kebanyakan keluarga, khususnya bagi pasangan muda. Seiring dengan bertambahnya anggota keluarga atau adanya keharusan berpindah kota, pembelian rumah berikutnya menjadi pilihan.

Apalagi berbicara tentang kebutuhan rumah yang selalu tidak sejalan dengan pasokan, sampai-sampai Pak Jokowi mencanangkan Program 1 Juta Rumah untuk mengatasi hal ini.

Jadi walaupun persediaan rumah yang ada bisa dibilang terbatas, tetap saja kita tidak boleh salah pilih saat ingin melakukan pembelian. Untuk pembahasan kali ini fokus utamanya adalah pembelian rumah untuk tujuan non investasi yah.

Tips memilih rumah

Berikut beberapa tips memilih rumah bagi keluarga muda yang bisa menjadi patokan sebelum melakukan pembelian rumah.

Sumber sweetcaptcha.com

#1 Lokasi

Faktor terpenting dalam memilih rumah adalah LOKASI. Malah kata orang 3 faktor penting dalam memilih rumah adalah: lokasi, lokasi dan lokasi, hehehe.

Lokasi yang strategis buat keluarga muda biasanya adalah kedekatan dengan lokasi kerja ataupun minimal lokasi tersebut memiliki/dilewati oleh sarana transportasi yang memadai.

Sumber: domain.me

Lokasi yang strategis juga menentukan prospek harga properti ini di masa depan sehingga rumah yang kita beli bisa sekaligus menjadi alat investasi yang menguntungkan jika ingin dijual kembali.

#2 Lingkungan

Lingkungan yang nyaman, aman dan terawat juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Percuma rumah bagus namun berada di tengah lingkungan kumuh ataupun rawan kejahatan.

Bagi keluarga muda juga biasanya memasukkan faktor keramaian lalu lintas di lingkungan perumahan sebagai pertimbangan juga. Jangan sampai selalu was-was saat anak mulai minta ijin untuk main di luar rumah.

Apalagi untuk area kota besar seperti Jakarta, faktor banjir menjadi pertimbangan tersendiri. Bukan hanya banjir di perumahan lho ya, tapi lingkungan akses menuju perumahan tersebut harus diperhatikan juga.

#3 Fasilitas dan Akses

Bagi keluarga muda, fasilitas seperti sekolah untuk anak dan ketersediaan pusat perbelanjaan menjadi hal yang penting. Jadi tidak perlu pusing mencari sekolah atau mencari hiburan saat akhir pekan.

Ketersediaan jalur transportasi seperti akses jalan tol juga harus diperhatikan. Ketersediaan layanan transportasi lain seperti kereta api ataupun feeder bus juga menjadi poin tambahan penting.

Buat beberapa orang yang sering bepergian, rumah dekart dengan bandara, terminal ataupun pelabuhan menjadi hal yang penting. Keuntungan memiliki rumah dekat bandara di kota besar seperti Jakarta adalah tidak perlu deg-degan dan bermacet-macet ria dalam mengejar pesawat.

#4 Memahami pengembangan perumahan dan kawasan

Tidak masalah jika terpaksa menjadi penghuni pertama di suatu perumahan yang masih dalam tahap pembangunan. Atau baru mampu membeli rumah di area yang agak jauh dari lokasi yang diinginkan.

Yang penting, tetap cermat untuk memperhatikan peta pengembangan wilayah sekitar lokasi rumah, siapa tau ada rencana pengembangan jalan tol ataupun jalur kereta di area tersebut.

Future development dan timeline pengembangan dari perumahan juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

#5 Harga rumah

Bentuk bagus dan kualitas oke bukan berarti cukup dalam menentukan rumah pilihan. Cek juga harganya, mahal atau tidak. Gimana cara menilai rumah tersebut mahal atau murah?

whathouse.com

Cek dengan harga properti di sekitar area tersebut, berapa harga per m2 dari rumah2 di sekitar situ. Dengan sedikit penyesuaian, kita bisa kok menghitung perkiraan harga wajar rumah pilihan kita.

Pengecekan bisa dilakukan melalui survei kepada agen-agen properti sekitar lokasi atau melalui penawaran-penawaran di situs jual beli rumah online.

#6 Kualitas bangunan

Ini agak susah dinilai kalau perumahannya belum siap huni. Namun kualitas bangunan setidaknya bisa dinilai dari rumah contoh yang disediakan.

Jadi jangan cuma beli dari pameran properti ya, datangi juga lokasinya untuk bisa tau dengan jelas seperti apa bangunan rumah pilihan kita nantinya.

#7 Jeli melihat penawaran dan diskon

Standar lah ya, beli selagi dapat banyak promo. Mau potongan harga kek, gratis AC or apapun, selama membuat harga menjadi lebih murah bolehlah dipertimbangkan.

Tips memilih developer yang baik

Setelah tau cara memilih rumah idaman, yang tidak kalah penting adalah menentukan rumah mana yang akan dibeli. Biasanya keluarga muda lebih nyaman untuk membeli rumah di suatu komplek perumahan.

Sumber: carianacarianne.com

Untuk itu, tips memilih developer perumahan di bawah ini bisa menjadi masukan dalam berburu rumah.

#1 Kredibilitas dan reputasi yang baik

Ini paling gampang dinilai melalui proyek-proyek sebelumnya. Cari berita sebanyak-banyaknya tentang developer tersebut, kalau perlu datangi perumahan yang sudah dibangun sebelumnya.

Bukan berarti developer baru ngga bisa dipercaya lho ya, tapi jadinya proses seleksi kita haruslah semakin mendetail. Apalagi jika kita membeli rumah yang masih “gambar”, kredibilitas developer menjadi sangat penting untuk diperhatikan.

#2 Legalitas

Pastikan area tanah yang dibangun perumahan telah terbit sertifikat induknya. Jika sertifikatnya diagunkan ke bank untuk keperluan proyek tersebut, kita bisa saja meminta untuk melihat Akta Pemberian Hak Tanggungan dan Sertifikat Hak Tanggungan.

Bila legalitas lokasi perumahan yang akan dibeli masih berupa izin lokasi, risikonya masih lumayan tinggi. Untuk itu, tanyakan dulu copy induk sertifikatnya untuk memastikan.

#3 Komitmen

Biasanya banyak developer yang banyak janji-janjinya saja. Coba dicek tahapan pembangunan yang dijanjikan developer, apakah sudah sesuai dengan pembangunan aktual di lapangan.

Jika ada beberapa janji yang tidak dilakukan karena alasan yang kurang kuat, mendingan tidak usah memaksakan diri untuk membeli dari developer tersebut.

#4 Kerjasama dengan perbankan

Nah ini penting, karena menentukan berapa banyak pilihan KPR yang bisa kita lakukan. Semakin banyak bank yang diajak kerjasama artinya semakin banyak pilihan skema KPR yang bisa kita peroleh.

Selain itu, kerjasama dengan bank juga mengindikasikan bahwa properti yang akan kita beli aman dari sisi legalitas. Iyalah, sebelum bekerja sama, tentu sebuah bank pasti sudah melakukan due diligence dulu secara menyeluruh terhadap si developer.

Kapan waktu yang tepat untuk membeli rumah?

Oke, segitu dulu tips dalam memilih rumah dan juga tips dalam memilih developer. Secara garis besar kriteria-kriteria di atas sudah bisa digunakan untuk memilih rumah idaman masing-masing.

Sebagai penutup, jika sudah cocok dengan rumah dan developernya, pertanyaan pamungkas: kapan belinya? Banyak yang jawab “kemarin”, hehehe.

tips memilih rumah
Sumber: newhomesource.com

Seperti dijelaskan di awal, pembelian rumah mungkin akan merupakan pembelian termahal dalam mayoritas keluarga di Indonesia. Jadi untuk menentukan waktu yang tepat dalam membeli rumah idaman pun menjadi satu hal yang cukup sulit untuk dilakukan.

Kalau menurut KPRacademy.info, selain menunggu ketersediaan uang, saat yang tepat membeli rumah adalah saat semua informasi mengenai pembelian rumah dan produk KPR yang akan digunakan sudah tersedia.

Mau pakai KPR konvensional atau KPR syariah sama saja, yang penting DP dan cicilannya sesuai kantong 🙂

Happy hunting!

Leave a Reply