Mana yang Lebih Baik: Beli Reksadana di Bank Mandiri atau Commbank?

[UPDATE] Tulisan dengan pembahasan yang sama telah saya update dalam tulisan terbaru per Desember 2016: 3 Bank Penjual Reksadana Pilihan di Indonesia

Posting ini terkait dengan postingan saya sebelumnya tentang dimana beli reksadana. Disitu saya membahas mengenai kelebihan dan kekurangan membeli reksadana (RD) lewat bank dan investment manager (MI).

Kali ini saya hanya akan membahas mengenai pembelian reksadana melalui bank, khususnya membeli reksadana melalui Bank Mandiri dan Bank Commonwealth (Commbank). Latar belakangnya simpel, karena sampai saat ini hanya kedua bank ini yang menjual reksadana secara ritel (as long as I know) dan belakangan sedang gencar-gencarnya menawarkan produk ini kepada masyarakat dengan setoran awal dan topup yang sangat terjangkau.

[UPDATE: Saat ini reksadana sudah bisa diperoleh dengan mudah via online. Mau tau caranya? Simak di Penjual Reksadana Online Terbaik]

Reksadana di Bank Mandiri vs Bank Commonwealth

Akhirnya, belakangan banyak teman-teman yang ingin membeli reksadana bertanya kepada saya, mana di antara kedua bank tersebut yang lebih baik? Beli reksadana di Bank Mandiri kah? Atau beli reksadana di Bank Commonwealth (Commbank)?

Sebenarnya kalau dibandingkan dan dipilih mana yang lebih baik, menurut saya dua-duanya sama-sama bagus. Produk-produk yang dijual juga berkualitas dan berasal dari MI yang bagus juga. Namun jawaban ini pasti kurang memuaskan untuk anda-anda semua, khususnya yang baru mulai mencoba membeli reksadana lewat bank.

Oke lah, demi menjawab pertanyaan tersebut, saya coba membahas sedikit lebih detail berdasarkan apa yang saya tau. Bukan bermaksud sotoy, tapi kebetulan saya punya 4 reksadana yang saya beli di Mandiri dan 3 reksadana di Commbank. So sedikit banyak saya bisa membandingkan keduanya. Tapi please CMIIW yah… Oiya, pembahasan ini dengan asumsi pembelian reksadana dilakukan manual yah, tidak melalui autodebet.

Kenapa beli reksadana di Bank Commonwealth lebih disarankan?

Saya lebih dulu mengenal pembelian reksadana lewat Bank Mandiri daripada Commbank, dan itulah kenapa saya memiliki reksadana lebih banyak di Bank Mandiri. Ya ngga apa-apa juga sih, tapi kalau mau jujur, saya pribadi lebih suka dengan layanan dari Commbank. Kenapa? Mari kita bahas.

Pilihan reksadana

Commbank memberikan pilihan reksadana yang jauh lebih banyak dibandingkan Mandiri. Beneran, bisa dicek ke CSO masing-masing bank. Untuk 1 tipe reksadana (misalnya reksadana saham), Commbank bisa menjual 3-4 jenis reksadana dari MI yang sama. Kalau di Mandiri paling banter cuma 2 jenis.

Ngga percaya? Coba aja bandingkan berapa banyak reksadana saham dari Schroder yang dijual oleh kedua bank.

Kemudahan transaksi

Satu keunggulan penjualan reksadana di Commbank adalah mereka menggunakan i-banking sebagai alat transaksi reksadana bagi nasabahnya. Ini luar biasa, karena nasabah tinggal menyetor uang ke rekening dan memilih sendiri waktu yang tepat untuk membeli / topup reksadana.

Tidak perlu mengisi formulir apapun dan tidak perlu mengantri di CSO dan teller, seperti yang terjadi di Mandiri. Benar-benar efisien dari waktu dan tenaga.

Bebas bertransaksi dimana saja

Dengan adanya i-banking, jelas Commbank memberikan kemudahan lebih untuk bertransaksi reksadana. Di Mandiri pun kita bisa bertransaksi di cabang mana saja, namun pada prakteknya belum tentu semudah itu.

Kenapa? Pertama, transaksi reksadana biasanya hanya ditangani oleh 1-2 CSO khusus, sehingga sedikit menyulitkan jika saat akan melakukan topup ternyata dedicated CSO tersebut sedang tidak di tempat.

Kedua, berdasarkan pengalaman pribadi yang lumayan bikin kesel, transaksi pembelian reksadana di non cabang asal (cabang tempat pembelian awal) bisa saja ditolak dengan alasan transaksi tersebut hanya bisa dilakukan di cabang asal.

Kalaupun bisa, waktu penangan menjadi lebih panjang untuk alasan yang tidak saya ketahui. Tapi hal ini tidak terjadi kalau anda sudah biasa bertransaksi di cabang tertentu (walaupun non cabang asal).

Kemudahan pencairan

Ini belum pernah saya buktikan, namun menurut info CSO Commbank, reksadana di bank ini bisa dicairkan di cabang mana saja. Ini hal lain yang masih belum dapat ditandingi oleh Mandiri. Tapi berhubung saya sudah lama tidak melakukan pencairan reksadana lagi, mungkin saja aturan pencairan di cabang asal juga telah dirubah oleh Mandiri.

[Simak: Menabung rutin selama ini hanya menggunakan produk perbankan, reksadana ataupun logam mulia. Taukah anda bahwa menabung juga bisa dilakukan dengan menggunakan saham? Simak di Cara Menabung Saham]

Kesimpulan

Overall, menurut pengalaman pribadi saya di atas, saya memilih Commbank sebagai bank terbaik penjual reksadana karena banyak sekali pilihan produk dan kemudahan yang ditawarkan yang sampai saat ini belum bisa disaingi oleh bank manapun di Indonesia. Namun bukan berarti anda disarankan untuk tidak membeli reksadana di Mandiri lho ya.

Berinvestasi reksadana bisa dilakukan di mana saja kok, tergantung preferensi masing-masing orang. Kalau di gedung kantor anda ternyata ada cabang Mandiri, mungkin lebih menguntungkan untuk membuka reksadana di sana.

Yang penting kan produk investasi apa yang kita beli. Dari fee dll sama aja kok. Dua-duanya juga melayani transaksi autodebet, hanya saja fee nya tentu sedikit lebih tinggi dan tidak fleksibel dalam menentukan waktu pembelian.

Bagi teman-teman yang kebetulan bekerja di Mandiri or punya kerabat di sana, saya mohon maaf jika terkesan mendiskreditkan Mandiri. Ngga bermaksud kok, beneran!

Tulisan ini hanya merupakan sedikit pandangan dari nasabah yang menggunakan jasa perbankan berdasarkan pengalaman langsung. Mudah-mudahan ini juga bisa menjadi masukan bagi Mandiri untuk menjadi lebih baik lagi dan tidak kalah dengan bank asing.

Demikian perbandingan pembelian reksadana di Bank Mandiri dan Bank Commonwelath (Commbank). Semoga berguna dan selamat berinvestasi.

[UPDATE: Masih bingung untuk memulai perencanaan keuangan dengan reksadana? Simak tips perencanaan keuangan keluarga dari seorang manajer investasi)

62 Comments

  1. Riza Azmi July 3, 2011
  2. Junior Planner July 4, 2011
  3. Pipitta July 7, 2011
  4. Pipitta July 7, 2011
  5. Junior Planner July 8, 2011
  6. Unknown August 4, 2011
  7. Junior Planner August 4, 2011
  8. Ratie August 9, 2011
  9. Junior Planner August 11, 2011
  10. Candu Kuliner December 23, 2011
  11. Disc Wave February 19, 2012
  12. Junior Planner February 19, 2012
  13. Iyan May 5, 2012
  14. Junior Planner May 27, 2012
  15. Sri Harnanik May 30, 2012
  16. Junior Planner June 2, 2012
  17. Junior Planner June 2, 2012
  18. Budi Bong June 27, 2012
  19. Junior Planner June 28, 2012
  20. Yohanes Chandra June 29, 2012
  21. Junior Planner July 3, 2012
  22. M. Chaerudin July 21, 2012
  23. Junior Planner July 21, 2012
  24. Junior Planner July 21, 2012
  25. Eko Budiyono July 23, 2012
  26. Junior Planner July 23, 2012
  27. Junior Planner July 24, 2012
  28. manusiaP September 3, 2012
  29. Junior Planner September 6, 2012
  30. ta_marla October 31, 2012
    • JrPlanner November 2, 2012
  31. Astrid February 12, 2013
    • JrPlanner February 13, 2013
  32. fia ummizidan March 25, 2013
    • JrPlanner March 25, 2013
  33. fia ummu zidan March 26, 2013
    • JrPlanner March 26, 2013
  34. Faiz February 5, 2016
    • JrPlanner February 9, 2016
  35. dilla November 14, 2016
    • JrPlanner November 14, 2016
  36. Ratna setyowati January 2, 2017
    • JrPlanner January 3, 2017
  37. ernest January 11, 2017
  38. Ardiyanti Purwaningsih January 25, 2017
    • JrPlanner January 25, 2017
  39. Wulan January 30, 2017
  40. Apri February 15, 2017
    • JrPlanner February 16, 2017
  41. Lalan April 10, 2017
    • JrPlanner April 10, 2017
      • Lalan April 11, 2017
        • JrPlanner April 13, 2017
  42. abi April 21, 2017
    • JrPlanner April 23, 2017
  43. Indriani Isabella October 3, 2017
    • JrPlanner October 4, 2017
  44. Dendy November 22, 2017
    • JrPlanner December 4, 2017

Leave a Reply