Ingin Keuangan yang Lebih Sehat? Lakukan Detoks Keuangan

Tak terasa kita sudah ada di akhir bulan pertama di tahun 2019. Bagaimana progres resolusi keuangan Anda, termasuk resolusi keuangan 2019 Anda, seperti “mengurangi belanja” atau “mulai berinvestasi”?

Bicara soal detoks, bukan hanya tubuh yang perlu didetoks untuk mengeluarkan racun serta zat-zat yang berbahaya, tapi juga kondisi keuangan Anda perlu ditelaah kembali, untuk memastikan tetap “on track”, agar pendapatan “aman”, serta tak ada lagi cerita besar pasak daripada tiang.

David Domzalski, seorang kontributor di Forbes, juga sepakat bahwa detoks keuangan sangat diperlukan dalam menjalankan perencanaan keuangan pribadi.

8 Langkah Detoks Keuangan

Berikut 8 langkah sederhana untuk mendetoks keuangan agar kondisi keuangan Anda jadi lebih sehat.

1. Lunasi Utang Konsumtif

Sebagian besar masalah keuangan jaman ini adalah utang kartu kredit. Tak dapat dipungkiri kemajuan teknologi yang begitu pesat mendorong orang untuk bersikap konsumtif yang sedikit banyak dipengaruhi oleh pergaulan.

Hangout di tempat hits hingga update gadget dengan versi terbaru adalah contoh mengapa seseorang mudah terjerat utang kartu kredit. Sebelum fokus menabung dan berinvestasi, lunasi utang konsumtif terlebih dahulu.

Utang konsumtif apalagi yang berbunga bila terlalu lama dibiarkan, akan menggerogoti aset dan tabunganmu sedikit demi sedikit.

Cek ratio utang konsumtif Anda dengan cara total utang konsumtif/ total pendapatan bulanan. Jangan sampai sebagian besar gajimu dialokasikan hanya untuk membayar utang konsumtif.

2. Hitung Cicilan

Yang dimaksud cicilan di sini adalah utang non konsumtif, seperti cicilan KPR, cicilan kendaraan, cicilan KPA, cicilan modal usaha, dan sebagainya.

Keuangan Anda bisa dikatakan sehat jika jumlah cicilan besarnya di bawah atau sama dengan 30% dari penghasilan bulanan Anda.

3. Hitung Dana Darurat yang Tersedia

Ketersediaan dana darurat sangat diperlukan, mengingat tak seorang pun mampu memprediksi kapan musibah atau situasi darurat terjadi. Besaran rasio ideal dana darurat adalah 3 sampai 12 kali pengeluaran bulanan.

Simpan dana darurat pada instrumen keuangan yang dapat dicairkan sewaktu-waktu. Jangan menyimpan dana darurat pada instrumen keuangan yang fluktuatif, seperti reksadana saham.

4. Lakukan Diversifikasi

Sumber: rebootmag

Sebuah ungkapan yang cukup populer mengatakan, “Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang!” Petuah tersebut banyak dipraktikan oleh para investor.

Ya, diversifikasi adalah kunci investasi yang sukses. Anda bisa mencobanya dengan melakukan diversifikasi investasi, seperti pembelian obligasi, emas, reksadanana pasar uang, saham, atau properti. Bahkan diversifikasi menjadi salah satu hal penting dalam tips investasi Warren Buffet.

investasi beresiko mengalami kerugian, nah diversifikasi ini bertujuan untuk meminimalisir resiko tersebut.

5. Asuransi

Sumber: livemint.com

Banyak orang mengalami kebangkrutan disebabkan oleh penyakit kritis, kecelakaan, kematian anggota keluarga, atau disabilitas yang menyebabkan seseorang tidak dapat bekerja. So, apakah perlindungan asuransi yang optimal sudah anda miliki?

Periksa kembali perlindungan yang dimiliki apakah sudah dapat memproteksi diri dari resiko tersebut. Seringkali seseorang membayar terlalu mahal atau terlalu murah karena tidak paham manfaatnya.

6. Perjelas Visi

Visi “Saya ingin kaya” atau “Saya ingin hidup lebih baik” adalah visi abu-abu. Perjelas visi yang dimiliki. Seberapa kaya? Kehidupan lebih baik seperti apa yang ingin Anda dapatkan? Susun target jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

Menuliskan mimpi dan cita-cita Anda secara spesifik akan membantu Anda lebih fokus dalam mengejarnya.

7. Be a Smart Shopper

Catat pengeluaran Anda selama 3 bulan terakhir. Dari catatan ini Anda akan tahu ke mana uangmu mengalir. Jangan sampai penghasilan Anda hanya numpang lewat.

Lakukan analisa dari catatan tersebut. Membuat catatan sebelum berbelanja atau membawa uang tunai saat akan pergi berbelanja dapat membantu Anda untuk berhemat.

8. Hidup di Bawah Standart Anda

I always knew I was going to be rich. I don’t think I ever doubted it for a minute.”

Warren Buffet

Warren Buffet tidak pernah bepergian dengan pesawat jet pribadi , walaupun ia memiliki perusahaan pembuat pesawat jet terbesar di dunia . Berkelimpahan materi tidak membuat Warren Buffet bergaya hidup boros. Justru gaya hidupnya terlalu sederhana untuk ukuran pengusaha yang namanya selalu tercantum dalam daftar orang terkaya sedunia.

Dari situ kita belajar kesederhanaan jauh lebih baik. Dengan pola pikir tersebut, akan membuat kita lebih mudah berhemat dan sanggup menyisihkan minimal 25%-30% dari total penghasilan untuk ditabung.

Bagaimana menurut Anda? Yuk perlahan perbaiki kondisi keuangan agar hidup terasa lebih mudah.

Photo credit: Inside Small Business

2 Comments

  1. Avatar
    Dudukpalingdepan January 29, 2019
    • Avatar
      JrPlanner January 31, 2019

Leave a Reply to Dudukpalingdepan Cancel reply