Indonesia Knowledge Forum VII: Memperkuat Inovasi dan Nilai Transformasi Digital

Pada tanggal 9-10 Oktober 2018 lalu saya kembali mendapat kesempatan untuk mengikuti acara tahunan dari BCA Learning Center bertajuk Indonesia Knowledge Forum VII – 2018, di The Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta. Ini adalah acara IKF BCA ketiga yang saya ikuti (sebelumnya IKF V dan IKF VI), dan selalu menampilkan pengetahuan-pengatahuan terupdate mengenai inovasi.

Tema IKF VII kali ini adalah “Fostering Innovation and Creating Value Through Digital Transformation”, dimana BCA Learning Center menghadirkan pembicara-pembicara yang kompeten dan berpengalaman dalam bidang inovasi dan digital, seperti Bill Zeng (Cisco), Handry Satriago (General Electric), Agus Nurudin (Nielsen), Nono Purnomo (Blue Bird), Setiaji (Jakarta Smart City), dan juga ekonomis Anton Gunawan.

Selain para pembicara tersebut, hadir juga Bapak Jahja Setiaatmadja (Presdir BCA) dan Bapak Djoko Sasono (Sekjen Kementrian Perhubungan) sebagai keynote speakers sekaligus pembuka acara IKF VII ini.

Peranan Teknologi Digital Dalam Dunia Perbankan

Ada beberapa hal menarik yang saya tangkap dalam paparan Pak Jahja, khususnya karena beliau menitikberatkan pada perkembangan financial technology atau fintech dan dampaknya pada dunia usaha maupun duni keuangan khususnya perbankan.

Dengan dunia digital pun membawa banyak profesi baru dengan sumber pendapatan baru, seperti misalnya pedangan online, driver online ataupun para celebgram.

Tidak bisa dipungkiri bahwa semua orang, dari segala usia, saat ini sudah dan terus bertransformasi ke dalam dunia digital dengan memanfaatkan kemudahan akses melalui smartphone dan teknologi digital lainnya.  Tidak sedikit masyarakat yang biasanya melakukan transaksi secara offline mulai beralih dengan memanfaatkan kemudahan transaksi secara online.

Untuk mengantisipasi perkembangan teknologi digital ini maka para pelaku usaha harus pintar-pintar melakukan inovasi untuk bisa terus bersaing dan mendapatkan tempat di pasar online tersebut.

Mengapa demikian? Karena dengan teknologi, semua pelaku usaha akan berada di level yang sama, tidak peduli seberapa lama usaha sudah dilakukan, seberapa besar modal yang dimiliki dan dimana lokasi usaha berada. Semua produk dan jasa akan berada di “etalase” yang sama.

Hal yang harus diperhatikan pelaku usaha menghadapi era teknologi digital

Beberapa hal yang harus menjadi perhatian pelaku usaha adalah:

  • Mindset untuk terus berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi digital
  • Memanfaatkan kanal-kanal promosi baru secara online dengan memperhatikan anggaran pemasaran agar bisa optimal mencapai target pasar
  • Menyiapkan sumber daya manusia yang handal dan melek teknologi
  • Memperhatikan faktor delivery dari produk yang dijual. Poin ini menarik, karena sebagus-bagusnya promosi yang dibuat, delivery secara natural masih menjadi bagian dari penjualan itu sendiri. Delivery ini mencakup servis offline yang harus dilakukan. Contohnya, jika kita  memiliki usaha tempat pijat; bagaimanapun gencarnya kita berpromosi secara online, delivery produk ini tetap harus dilakukan secara offline dan membutuhkan pembuktian kualitas yang sesuai dengan promosi yang dilakukan.
  • Selalu melakukan review dampak penggunaan teknologi digital terhadap usaha yang dijalankan/

Perkembangan fintech dan strategi perbankan dalam menghadapinya

Salah satu industri yang sedang berkembang saat ini dan menjadi “ancaman” untuk perbankan adalah industri fintech. Semakin banyaknya fintech yang ada dengan beragam layanan sedikit banyak mempengaruhi aktivitas perbankan. Karena itu maka pelaku perbankan pun harus bisa beradaptasi untuk bisa memberikan layanan terbaik dengan memanfaatkan teknologi digital.

BCA pun melakukan banyak inovasi untuk menghadapi hal ini. Menurut Pak Jahja, saat ini sebagian besar transaksi di BCA sudah dilakukan secara digital. Selain itu BCA juga terus mengembangkan invoasi digital untuk meningkatkan kualitas dan kemudahan layanan. Beberapa hal yang telah dicapai antara lain:

  1. Sakuku; uang elektronik yang dapat digunakan untuk pembayaran belanja, isi pulsa dan transaksi perbankan lainnya.
  2. VIRA; layanan perbankan berbasis aplikasi chatting yang dapat diakses langsung melalui handphone untuk mengetahui informasi mengenai BCA dan  melakukan transaksi perbankan.
  3. e-branch; aplikasi pengisian formulir (mobile form) secara online.

Sumber: merdeka.com (anggun situmorang)

Sebagai penutup, Pak Jahja menekankan pentingnya teknologi digital dalam pertumbuhan ekonomi sebuah negara, termasuk Indonesia.

Oleh sebab itu, perusahaan-perusahaan di Indonesia wajib untuk mampu beradaptasi dengan transformasi digital untuk efisiensi sumber daya manusia sekaligus meningkatkan potensi inovasi guna memenuhi kebutuhan konsumennya yang kian hari semakin masif

-Jahja Setiaatmadja

Akhirnya, terima kasih kepada BCA Learning Center atas penyelenggaraan Indonesia Knowledge Forum secara rutin setiap tahunnya untuk semakin menumbuhkan inspirasi dalam berinovasi dan memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha. Semoga acara Indonesia Knowledge Forum tahun 2019 nanti akan semakin sukses.

 

Cover pic: sindonews.com

Leave a Reply