Ngobrolin Fintech Indonesia Bersama Blogger di Fintech x Blogger Day

Tanggal 24 November 2018 lalu ada acara seru yang pastinya menambah pengetahuan kita semua mengenai dunia fintech Indonesia yang kebetulan lagi berkembang dan ramai-ramainya dibahas di berbagai media.

Acaranya bertajuk Fintech x Blogger Day, yang diadakan oleh Ruphiah di salah satu cafe di area BSD Serpong.

Di acara ini pembahasannya lengkap mengenai: apa itu fintech? apa itu P2P lending? bagaimana perkembangan dunia fintech Indonesia? apa saja P2P lending yang legal? Semuanya dijawab tuntas.

ruphiah

Walaupun bertajuk fintech, ngga semua jenis fintech dibahas disitu lho. Fintech atau financial technology Indonesia yang dibahas terbatas hanya pada fintech lending atau yang ngetop sebagai peer-to-peer lending, yang memang sedang berkembang dengan pesat dalam 2 tahun terakhir ini dengan menawarkan berbagai solusi keuangan non-perbankan bagi semua kalangan masyarakat Indonesia.

Acara Fintech x Blogger Day ini dipadati oleh hampir 100 orang pengunjung, dan menghadirkan pembicara-pembicara dari asosiasi fintech yang ada di Indonesia serta juga 8 petinggi fintech lending untuk memberikan pengetahuan yang lebih mendalam bagi para peserta. Tidak hanya acara seminar, ada juga area expo yang diisi oleh booth-booth fintech lending yang berpartisipasi.

Pembukaan dari Pak Sunu Wiyatmoko (AFPI)

Barisan pembicara dan peserta expo yang hadir pada acara Fintech x Blogger Day ini antara lain:

  • Sunu Widyatmoko, ex-CEO Air Asia Indonesia yang saat ini menjabat sebagai CEO Dompet Kilat dan juga Wakil Ketua AFPI (Asosiasi Fintech Pembiayaan Bersama Indonesia).
  • Kuseryansyah, Ketua Harian Aftech (Asosiasi Fintech Indonesia)
  • Asri Anjarsari, CEO Cashwagon
  • Bimo Adhiprabowo, Komisaris Utama Ruphiahplus
  • Kevin Nathanael, Account Manager Taralite
  • Tofan Saban, COO Aktivaku
  • Adelheid Helena Bokau, CEO KreditPro
  • Tommy Yuwono, Direktur Pinduit

Selain itu masih ada Cash Cepat dan UangMe yang turut meramaikan expo bersama fintech lending lainnya. Acara ini juga dihadiri oleh para blogger keuangan dari Ruphiah, seperti Andhika Diskartes dan Dani Rachmat, yang menggawangi dan juga memandu berlangsungnya acara Fintech x Blogger Day ini.

Penjelasan terkait fintech lending Indonesia

Acara dibuka oleh Pak Sunu sebagai perwakilan AFPI, dengan memberikan gambaran tentang fintech lending di Indonesia, khususnya mengenai definisi fintech lending atau peer-to-peer lending, peran penting dan perkembangan fintech lending di Indonesia.

Pertanyaan mengenai “apa itu P2P lending“, “apakah P2P lending aman”, “plus minus P2P lending” dan lain-lain secara garis besar bisa terungkap dalam penjelasan beliau.

Para pembicara dan moderator sesi I

Fintech lending ini begitu berkembang pesat di Indonesia karena didukung oleh beberapa alasan, khususnya karena kemudahan akses serta kecepatan proses yang bisa diperoleh dibandingkan lembaga keuangan yang selama ini ada. Fintech lending atau peer-to-peer lending ini luas dikenal juga di Indonesia dangan sebutan pinjaman online (pinjol).

Menurut Pak Sunu, fintech lending itu gampangnya bisa dianalogikan sebagai biro jodoh plus-plus. Lho kenapa biro jodoh? Kenapa pula mesti ada plus-plus segala?

Simple, karena fintech lending atau p2p lending itu fungsinya adalah mempertemukan peminjam dan pendana di dalam sebuah platform teknologi informasi. Kenapa plus-plus? Karena selain berfungsi untuk mempertemukan, fintech lending atau p2p lending Indonesia juga harus melakukan verifikasi dan analisa dari semua pihak yang masuk melalui platform tersebut. Selanjutnya hasil verifikasi dan analisa bisa digunakan oleh peminjam dan pendana untuk saling mengikat janji, hehehe…

Para pembicara dan moderator sesi 2

Beberapa ketentuan penting OJK terkait fintech lending atau p2p lending Indonesia

  • Semua platform yang menjalankan usaha sebagai fintech lending di Indonesia harus mendapatkan tanda daftar dari OJK. Setelah beroperasi setelah 1 tahun maka setiap fintech lending ini wajib untuk mengajukan permohonan perijinan kepada OJK.
  • Batasan pinjam-meminjam dalam platform fintech lending adalah Rp 2 Miliar per peminjam dengan durasi pinjaman maksimal selama 2 tahun.
  • Semua transaksi harus melalui rekening perbankan (virtual account) dan ditampung dalam rekening berbentuk escrow account.
  • Semua platform melakukan usaha secara off-balance sheet. Maksudnya, platform tidak diperkenankan untuk melakukan pengumpulan dana masyarakat ataupun memberikan pinjaman dari buku perusahaan. Platform hanya bersifat sebagai penyedia jasa yang meneruskan data dari peminjam ke pandana dan sebaliknya saat pelunasan pinjaman.

Sekilas perusahaan fintech lending / p2p lending Indonesia yang berpartisipasi

#1 CASH WAGON

Cashwagon fokus pada pembiayaan konsumen secara online dengan menyediakan layanan keuangan premium untuk kebutuhan sehari-hari tanpa persyaratan jaminan, prosedur persetujuan yang rumit, atau waktu tunggu yang lama.

Nilai pinjaman yang ditawarkan berkisar antara Rp 500.000 sampai dengan Rp 5.000.000 dengan tenor pinjaman maksimum selama 30 hari. Cashwagon adalah salah satu pemimpin pasar fintech lending Indonesia untuk jenis payday loan.

#2 RUPIAH PLUS

RupiahPlus adalah fintech lending atau pinjaman online berbasis aplikasi  untuk bisa mendapatkan pinjaman uang tanpa jaminan, dengan jumlah pinjaman berkisar antara Rp 800.000 sampai dengan Rp 1.800.000, dengan hanya mengisi data pribadi lewat aplikasi RupiahPlus.

RuphiahPlus adalah salah satu platform payday loan besar di Indonesia dan per Desember 2018 ini telah berganti nama menjadi Perdana dengan tekad untuk memberikan layanan pinjaman online yang lebih baik lagi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

#3 TARALITE

Bisnis model Taralite relatif unik dibanding fintech lending lainnya dimana platform ini memfokuskan diri pada merchant-merchant online, khususnya yang bermodal kecil.

Taralite sudah bekerja sama dengan platform-platform e-commerce yang ada di Indonesia untuk menjaring lebih banyak penjual online yang membutuhkan pembiayaan.

#4 AKTIVAKU

Aktivaku adalah salah satu platform pembiayaan produktif untuk pembiayaan UMKM. Fokus utama Aktivaku adalah pada project financing dan juga credit take over financing, dengan mengumpulkan pembiayaan dari masyarakat. Skema ini biasanya juga dikenal sebagai marketplace lending.

Dengan mengusung taglinesecured lending marketplace“, Aktivaku juga mempersyaratkan jaminan dengan persyaratan yang lebih flexible untuk memberikan keamanan lebih bagi para calon pendana.

#5 KREDITPRO

Kreditpro merupakan platform fintech lending yang juga fokus kepada pemberian kredit produktif bagi kalangan UMKM. Bentuk fasilitas yang diberikan adalah kredit modal kerja dan juga invoice financing.

Kreditpro adalah bagian dari DigiAsia Bios Group yang fokus pada pengembangan financial technology dan sampai saat ini sudah memiliki fintech lainnya seperti KasPro dan RemitPro.

#6 PINDUIT

Jika sebagian besar fintech lending fokus pada kredit konsumtif dan produktif, Pinduit justru fokus pada segmen pembiayaan untuk dan pendidikan.

Melalui Pinduit, masyarakat bisa menggapai mimpi mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan favorit dengan skema pembayaran yang lebih fleksibel.

#7 CASH CEPAT

Cash Cepat adalah platform fintech lending yang menyediakan pinjaman tunai tanpa agunan dengan proses sangat cepat. Jumlah dana yang bisa dipinjam berkisar antara Rp 600.000 sampai dengan Rp 1.200.000, dengan periode peminjaman antara 7-14 hari.

#8 UANG ME

UangMe juga merupakan fintech lending yang fokus pada pinjaman tanpa agunan untuk kebutuhan apapun juga. Plafon pinjaman yang diberikan berkisar antara Rp 400.000 sampai dengan Rp 4.000.000 dengan durasi peminjaman

Penutup

Acara Fintech X Blogger Day mendapat banyak apresiasi dari para peserta dan juga dari sponsor dari kalangan fintech. Acara seminar dan edukasi seperti ini berpotensi untuk meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman yang benar tentang fintech lending atau pinjaman online.

Dengan adanya acara seperti ini maka diharapkan pengertian secara umum masyarakat luas terkait apa itu P2P lending dan juga apa itu fintech di Indonesia bisa semakin meningkat.

Diharapkan nanti fasilitas fintech lending atau pinjaman online yang sekarang ada bisa dimanfaatkan secara bijak untuk mendukng perekonomian Indonesia.

Cover image: medium.com

Leave a Reply