7 Seluk Beluk ORI 015, Intrumen Investasi yang Mampu Menangkal Inflasi

Dibuka tanggal 4 Oktober 2018, pemerintah menerbitkan ORI (Obligasi Ritel Indonesia) 015 dengan masa penawaran hingga 25 Oktober 2018. Kupon yang ditawarkan pun cukup menarik, yakni sebesar 8.25% pa, lebih tinggi dari bunga deposito serta bersifat fixed rate.

Cukup lumayan bukan dalam mengimbangi gerusan inflasi? ORI 015 ini lebih menarik jika dibandingkan dengan pendahulunya, ORI 014, yang disebut-sebut sebagai ORI dengan penawaran terendah. Imbal hasil yang cukup lumayan serta “stabil”, berikut 7 seluk beluk ORI 015 yang perlu Anda ketahui.

7 Seluk Beluk ORI 015 Yang Perlu Diketahui

  1. ORI 015 bisa diperoleh dengan pemesanan minimal Rp 1.000.000 dan berlaku kelipatannya

Di jaman sekarang ini, investasi sudah merupakan kebutuhan “primer”, serta bisa dilakukan oleh siapa pun. Dengan nilai pemesanan minimal sebesar Rp 1 juta serta pembelian maksimal sebesar Rp 3 miliar, pemerintah mengharapkan surat hutang ini “terjangkau” oleh generasi milenial.

Dimana selain, ORI 015, pemerintah juga menerbitkan SBR 004 dengan imbal hasil 8,05% pa dan bersifat floating rate, yang mengikuti fluktuasi BI rate.

Bicara soal kuota, pemerintah sendiri menyediakan kuota sebesar Rp 10 triliun, dimana jumlah tersebut masih bisa bertambah, bergantung pada animo investor selama masa penawaran berlangsung.

  1. Dapat diperdagangkan di pasar sekunder

Karena imbal hasilnya bersifat fixed rate, investor ORI memang tak bisa menikmati dampak dari fluktuasi BI rate. Namun, tak seperti surat hutang yang lain, ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

Artinya, selain keuntungan dari kupon, investor juga bisa mendapat keuntungan dari dari selisih harga jual dan beli. Dengan ketentuan, ORI baru dapat diperjualbelikan setelah 2 kali periode pembayaran kupon atau satu setengah bulan setelah pembelian.

  1. Pembayaran kupon dilakukan setiap bulan

Sumber: The Learning Box

Pembayaran kupon ORI 015 akan dilakukan mulai tanggal 15 November. Selanjutnya, pembayaran dilakukan pada tanggal 15 setiap bulan hingga jatuh tempo.

  1. Jangka waktu 3 tahun

Instrumen investasi dengan flat rate 8,25% ini, ditawarkan dengan tenor 3 tahun.  Dengan kita membeli  ORI, selain berinvestasi, Anda juga ikut serta berpartisipasi aktif dalam perekonomian Indonesia.

  1. Pajak lebih rendah dibandingkan deposito

Selain bunganya lebih tinggi dari deposito, pajaknya pun lebih rendah, sehingga hasil imbal balik yang diperoleh bisa lebih besar. Dimana deposito menerapkan pajak bunga sebesar 20%, sementara ORI 015 menerapkan pajak bunga sebesar 15%.

  1. Digunakan untuk pembiayaan APBN serta meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia

Di tengah ketidakpastian yang melanda pasar obligasi belakangan ini, diharapkan dengan penerbitan ORI 015, dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada investor asing. Dimana mereka bebas keluar masuk saat kondisi pasar “naik turun”, dan saat ini komposisi investor asing di pasar obligasi Indonesia sekitar 36%.

ORI merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam menghimpun dana dari masyarakat. Selain digunakan untuk pembiayaan APBN, ORI 015 ini juga akan dialokasikan untuk perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia.

  1. Dapat dipesan di 17 mitra distribusi ORI

Pembelian ORI 015 dapat dilakukan di 17 mitra distribusi, 15 bank umum dan 2 perusahaan efek. Dimana pemerintah memberikan kuota sekitar Rp 10 triliun kepada 17 mitra distribusi ORI015, dan tahun ini pemerintah memiliki target penerbitan obligasi ritel di tahun ini sebesar Rp 30 triliun.

 

Bagaimana menurut Anda? Berminat? Segera kunjungi  https://www.kemenkeu.go.id/ori sebelum penawaran berakhir!

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply