Pages Navigation Menu

Referensi Praktis Merancang Masa Depan

Langkah-langkah Penyusunan Anggaran Keluarga

Saya yakin banyak dari kita yang secara pengetahuan sudah mengerti dan tahu mengenai budget atau anggaran, baik dalam pengertian secara umum maupun dalam pengertian keuangan keluarga. Pertanyaannya, apa bedanya budget dengan cash flow dalam perencanaan keuangan keluarga? Sebenarnya kedua hal ini identik, hanya biasanya cash flow digunakan untuk mendefinisikan aliran kas yang telah terjadi sedangkan budget digunakan untuk menyusun suatu rencana penggunaan uang di masa yang akan datang. Tulisan ini sendiri dimaksudkan untuk melengkapi tulisan sebelumnya tentang cash flow keluarga dan kultwit singkat tanggal 19 Sept lalu.

 

Ketika menyusun cash flow keluarga atau cash flow rumah tangga, yang kita lakukan sebenarnya adalah mencari tahu dengan detail mengenai arus dana rutin yang masuk dan juga arus dana keluar dengan detail, dimana tujuan akhirnya adalah mencari tahu tingkat kesehatan keuangan keluarga. Setelah kondisi cash flow ini terpetakan, barulah kita masuk ke dalam penyusunan budget untuk menyesuaikan keuangan kita dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai.

 

Apakah budget atau anggaran itu?
“A budget is nothing than a breakdown and plan of how much money you have coming in and where it goes”. Kenapa budget ini penting untuk disusun? Yup, untuk mengetahui kemampuan keuangan kita dan juga panduan dalam mencapai tujuan di masa depan. Dalam konteks perusahaan, budget menjadi sangat penting untuk mengetahui bagaimana perusahaan akan beroperasi dan menghasilkan keuntungan, serta aktivitas investasi dan pendanaan apa saja yang dibutuhkan. Tanpa budget ini, perusahaan akan berjalan tanpa arah. Dalam perencanaan keuangan, budget ini dibuat setelah diidentifikasi pos-pos cash flow mana yang bisa dikurangi ataupun dihilangkan.

 

Langkah-langkah penyusunan budget/anggaran keluarga/rumah tangga

  1. Susun personal cash flow yang benar-benar mencerminkan pendapatan dan habit dalam melakukan pengeluaran. Pastikan anda jujur dalam menyusun hal ini.
  2. Susun rencana pengeluaran, baik yang rutin maupun non rutin sesuai dengan rencana yang diinginkan. Mulailah dari biaya-biaya tetap bulanan seperti cicilan pinjaman, premi asuransi, tagihan telepon, televisi kabel, dan lain-lain, termasuk sumbangan keagamaan.
  3. Susun rencana investasi rutin sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, umumnya meliputi dana pensiun, dana pendidikan anak, dan investasi untuk tujuan lainnya.
  4. Setelah itu barulah susun biaya-biaya yang bersifat variabel seperti groceries, biaya makan, entertainment, arisan dan lain-lain.
  5. Pastikan biaya-biaya yang bersifat tahunan telah tercover, baik oleh pendapatan tahunan maupun pendapatan rutin yang disisihkan.
  6. Terakhir, pastikan saldo akhir dari budget menunjukkan angka positif. Jika terjadi sebaliknya, lakukan penyesuaian ulang pada pos biaya rutin keluarga.
Inti dari pembuatan budget ini sebenarnya adalah untuk menyusun cash flow yang sehat dan tepat dalam mencapai tujuan keuangan di masa depan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Image: www.8ws.org

468 ad

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Advertisement