Pages Navigation Menu

Referensi Praktis Merancang Masa Depan

Anggaran Pendapatan dan Belanja Keluarga

Tidak terasa tau-tau udah tanggal 31 Desember aja, besok udah masuk ke tahun yang baru dengan banyak harapan baru. Dari berita-berita ekonomi dalam negeri yang beredar di akhir tahun ini, ada 1 berita yang cukup menarik perhatian, yaitu masalah penyerapan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang berada jauh dibawah total anggaran yang dibuat. Prediksinya, paling mentok anggaran tersebut cuma akan terserap di kisaran 87% (Kontan no 13-XVI 2011).

Oke lah, itu urusan negara dan pemerintah. Kita sebagai rakyat biasa mah ngga ada urusan. Tapi berbicara tentang anggaran, ada yang mirip dengan pengelolaan keuangan keluarga, walaupun dalam hal ini permasalahannya justru terbalik. Kalau negara selalu bingung karena  anggaran tidak habis terpakai untuk belanja, kita justru bingung karena belanja justru lebih banyak dari anggaran, hehehe. Malah lebih parah lagi, belanja tanpa ada anggaran dan selalu melebihi pendapatan. Kalau pemerintah selalu bingung dengan rencana belanja yang tidak direalisasikan sesuai target, kita justru bingung kenapa gaji selalu habis mendekati akhir bulan. Lupa udah dibelanjain untuk apa aja, hehehe…
Dari sini bisa dilihat bahwa ternyata yang namanya anggaran itu penting untuk dibuat. Untuk ukuran keluarga, namanya bisa dimirip-miripin kali yah: Anggaran Pendapatan dan Belanja Keluarga (APBK) #mulai ngarang#. Sama ajak kan?! Isinya adalah rencana keuangan keluarga dalam satu periode, yang menunjukkan berapa banyak pendapatan keluarga dan belanja yang akan dilakukan. Dengan adanya anggaran yang dibuat di awal, kita bisa melakukan rencana penggunaan atas dana yang tersedia secara rutin dan kontrol-kontrol apa saja yang harus dilakukan agar penggunaan dana selalu sesuai dengan perencanaan yang sudah dilakukan. Caranya gampang kok dan bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Bisa dengan menyusun anggaran atau cash flow keuangan keluarga, atau ada juga yang menggunakan sistem amplop untuk memisahkan biaya-biaya rutin bulanan.
Hal ini juga yang ditekankan oleh Prita Ghozie (ZAP Finance) dalam artikelnya di tabloid Kontan edisi terakhir 2011, dimana beliau menempatkan “Pembuatan dan Pengevaluasian Anggaran & Pengeluaran” sebagai hal utama dalam menyususun strategi keuangan keluarga. Tahu kemana saja uang kita pergi akan memberi gambaran apakah pengeluaran yang kita lakukan memang sejalan dengan tujuan keuangan kita. So, khusus bagi yang belum memiliki “APBK”, segera susun secepat mungkin. Oiya, satu catatan penting dari beliau, pembuatan anggaran ini sebaiknya dilakukan bersama pasangan bahkan anak-anak untuk mencapai pemahaman yang sama mengenai kondisi keuangan dalam keluarga.
Akhir kata, satu hal penting yang mendasari perencanaan keuangan keluarga adalah DISIPLIN. Tanpa disiplin, perencanaan sebagus apa pun hanya akan tetap menjadi rencana tanpa realisasi. So, mari kita mulai tahun 2012 dengan menyusun APBK yang baik disertai komitmen tinggi untuk menjalankan rencana tersebut.
HAPPY NEW YEAR 2012.
Image: www.blogs.reuters.com
468 ad

2 Comments

  1. hmm,,perlu dirincikan ini anggaran keluarga th 2012 ini :)

  2. Bener mbak, harus mulai disusun dengan rinci, hehehe. Saya pernah nulis juga di blog ini ttg membuat anggaran, mungkin bisa dipake sebagai referensi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Advertisement