Saturday, May 19, 2012

Q&A: Strategi Berinvestasi di Reksadana Dalam Menghadapi Dampak Krisis Global

Melihat kondisi pasar modal Indonesia saat ini yang terpengaruh dengan kondisi perekonomian global, banyak pertanyaan yang timbul tentang apa sebaiknya yang dilakukan dalam berinvestasi di reksadana (RD), khususnya RD saham dan campuran. Apalagi di saat seperti ini, banyak informasi dan pendapat para ahli ekonomi dan investasi yang justru membuat kita ragu untuk tetap berinvestasi ataukah menahan diri dulu sampai keadaan menjadi lebih stabil. Atau bahkan menahan diri sampai market bener-bener mencapai dasarnya. Kebetulan saya pernah sharing dengan seorang teman (kenal melalui blog ini juga) melalui email tentang topik yang sama di awal bulan Maret 2012 yang lalu, semoga berguna untuk bahan pertimbangan.

Pertanyaan:
Menurut Bung JP, apakah saya sebaiknya langsung membeli produk RD saham dan RDPT saat ini atau saya menunggu dulu? Karena ada kabar dari teman saya sebagai broker saham bahwa IHSG bakal terkoreksi cukup dalam pertengahan bulan ini? (MAret 2012). Saya berencana investasi memakai prinsip DCA (dollar cost averaging) saja biar ga ribet belajar2 siklus perekonomian.

Tips dalam Personal Budgeting: Agar berhemat jadi menyenangkan

Boros vs pelit vs hemat merupakan topik lama nih tapi menarik untuk dibahas, karena beberapa waktu lalu saya sempet menyimak perbincangan beberapa temen yang membahas topik ini. Trus apa yang bikin menarik? Menariknya karena di perbincangan temen-temen beberapa waktu lalu itu, ada beberapa pernyataan yang menarik dari 2 orang temen yang dua2nya menolak disebut boros dan pelit, dan lebih suka dibilang sebagai orang yang menerapkan hidup hemat dengan caranya sendiri-sendiri. Well, ruang lingkup pembahasan ini sebenarnya cuma terbatas dalam gaya hidup, meliputi kebiasaan belanja-belanja or nyari hiburan yang justru merupakan dasar utama dari masyarakat untuk men-judge pola hidup seseorang. Ini sebenarnya yang memicu perbincangan dengan kedua teman tersebut, dimana yang satu sukses memperoleh cap "tukang boros" dan yang satu lagi "si pelit" or ansos (anti sosial) karena keseringan menghindar dari ajakan nongkrong bareng.

Saturday, April 28, 2012

Menghitung dan menyiapkan dana pendidikan (2)

Akhirnya sempet juga saya menyiapkan tulisan kedua mengenai dana pendidikan ini. Mohon maaf jika tertunda lumayan lama karena kesibukan kerjaan di kantor. Oke, kita mulai aja.

Seperti yang saya sebutkan di postingan sebelumnya, langkah pertama dalam menghitung dan menyiapkan dana pendidikan ini adalah dengan menghitung perkiraan kebutuhan biaya pendidikan di masa depan dengan menggunakan fungsi Future Value di excel. Nah, setelah memperoleh estimasi biaya di masa depan, angka tersebut selanjutnya akan menjadi target dana yang harus kita capai melalui investasi rutin. Pertanyaannya: berapa investasi rutin yang harus kita sisihkan?

Caranya, kembali lagi menggunakan excel file. Kali ini fungsi yang akan kita gunakan adalah fungsi Payment (PMT). Ada yang udah familiar?

Sunday, March 25, 2012

Menghitung dan menyiapkan dana pendidikan (1)


Ini sebenarnya materi yang udah lama pingin saya bahas, tapi selalu ketunda dan selalu bingung mo memulai dari mana. Dan satu lagi, template biaya pendidikan saya masih acak kadul, ngga rapi dan cuma saya yang ngerti flownya. Takutnya kalo pada minta file excel-nya saya yang malu lagi, hehehe. Untungnya awal tahun kemarin saya sempet diundang oleh komunitas The Urban Mama untuk mengisi acara ultah mereka di Bandung, so akhirnya saya bela-belain juga nyelesaiin templatenya walopun dengan kemampuan excel pas-pasan. Tapi begitu templatenya selesai, tetep aja baru hari ini bisa sempet dituangkan di blog karena bingung mo mulai dari mana jelasinnya. Ini juga jadi penyempurnaan untuk tulisan saya sebelumnya mengenai topik yang sama.

Tuesday, March 13, 2012

Prioritas Dalam Perencanaan Keuangan

Minggu lalu ada temen yang nanyain lewat twitter, mana sih yang harus didahulukan: dana darurat atau asuransi? Jawaban saya, dana darurat dulu, at least sampe 30%-50% dari level yang seharusnya. Kenapa begitu? Karena jangan sampai begitu kita udah beli polis asuransi tiba-tiba ada kejadian darurat dan kita ngga punya uang cash untuk membayar. Ngga lucu kan kalo harus sampe ngutang?!

Oke, so gimana sebaiknya kita menyusun prioritas dalam perencanaan keuangan? Berikut sedikit masukan mengenai urutan penyusunan beserta tips nya yang diambil dari beberapa sumber (terutama dari AFC Financial Checkup), dimulai dari awal sampai dengan tahap memulai investasi.

1. Lunasi hutang konsumtif. Yup, ini dulu langkah awalnya. Apa aja yg termasuk dlm hutang konsumtif? Semua yang ngga menghasilkan return bagi kita ataupun nilai tambah dalam hidup kita. Contoh jelas adalah hutang kartu kredit (pembayaran minimum), kredit tanpa agunan, dan hutang lain yg berbunga tinggi tapi ngga menghasilkan. Kalo KPR? Ini masuk kategori produktif karena walopun ngga menghasilkan namun nilainya selalu naik di masa depan. Kalo hutang mobil? Selama itu memang benar-benar dibutuhkan dan terbukti menambah kualitas hidup kita, bisa aja kita keluarkan dari kategori hutang konsumtif (nanti ya kita bahas lebih lanjut).

Sunday, February 26, 2012

Tips Menyiapkan Biaya Perawatan Rutin Kendaraan

Minggu lalu tau-tau saya ditelpon oleh orang bengkel saya, yg intinya saya disuruh ganti oli karena udah mencapai kelipatan 5.000 km. Kaget juga sih awalnya, soalnya ni orang bengkel kayak cenayang banget, kok bisa tau mobil saya udah nyampe 5.000 km, hehehe. Tapi ternyata dia ngga sehebat itu kok, karena km mobil masih kurang 1.000an km dari yang seharusnya. Udah gitu jelas-jelas di buku manual disebutin kalo oli yang digunakan cukup untuk 10.000 km, tapi dengan alesan di Jakarta macet, so it would be better kalo perawatan dilakukan setiap kelipatan 5.000 km. Tau sih maksudnya baik, biar perawatan mobil kita bisa dilakukan dengan rutin dan berkala. Eh tapi sekali lagi tenang yah, ini bukan curhat kok, cuma intro aja dulu.

Sunday, January 22, 2012

Return Reksadana Saham 2011

Menyambung tulisan sebelumnya tentang "Peringkat Reksadana 2011", kali ini saya coba angkat satu topik menarik dari mingguan KONTAN edisi 9-15 Januari 2012 kemarin. Pada salah satu artikelnya, tabloid tersebut menyajikan peringkat 10 besar reksadana saham dengan return tertinggi sepanjang tahun 2011. So, berbeda dengan ranking reksadana di tulisan sebelumnya yang memasukkan beberapa variabel dalam penentuan ranking, peringkat kali ini disajikan murni berdasarkan kinerja selama 1 tahun. Sebagai pelengkap, juga disajikan data return selama 3 tahun dan 5 tahun terakhir.

Berikut daftar 10 Besar Reksadana Saham 2011 berdasarkan return:

Saturday, January 21, 2012

Peringkat Reksadana 2011

Memulai tahun 2012, ada baiknya kita menyempatkan diri untuk mereview keranjang investasi kita di tahun 2011, apakah sudah sesuai dengan plan yang dibuat ataukah ada penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan. Khusus bagi yang berinvestasi di pasar modal (long term), 2011 merupakan tahun yang tidak begitu bagus dimana investasi di saham (IHSG) hanya bertumbuh sebanyak 3.19% sepanjang 2011.

Nah, bagaimana dengan kinerja reksadana? Umumnya masih lebih bagus dibandingkan dengan IHSG ataupun benchmark lain sesuai karakter instrumen investasinya. Di awal tahun ini, seperti biasa, Infovesta melakukan pemeringkatan untuk setiap jenis reksadana dan disajikan di tabloid KONTAN (edisi khusus Januari 2012). Pemeringkatan ini tidak hanya didasarkan pada return, namun juga berdasarkan risk, dana kelolaan dan biaya. Berikut rangkumannya: (peringkat dan return sepanjang 2011).

Friday, December 30, 2011

Anggaran Pendapatan dan Belanja Keluarga

Tidak terasa tau-tau udah tanggal 31 Desember aja, besok udah masuk ke tahun yang baru dengan banyak harapan baru. Dari berita-berita ekonomi dalam negeri yang beredar di akhir tahun ini, ada 1 berita yang cukup menarik perhatian, yaitu masalah penyerapan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang berada jauh dibawah total anggaran yang dibuat. Prediksinya, paling mentok anggaran tersebut cuma akan terserap di kisaran 87% (Kontan no 13-XVI 2011).

Oke lah, itu urusan negara dan pemerintah. Kita sebagai rakyat biasa mah ngga ada urusan. Tapi berbicara tentang anggaran, ada yang mirip dengan pengelolaan keuangan keluarga, walaupun dalam hal ini permasalahannya justru terbalik. Kalau negara selalu bingung karena  anggaran tidak habis terpakai untuk belanja, kita justru bingung karena belanja justru lebih banyak dari anggaran, hehehe. Malah lebih parah lagi, belanja tanpa ada anggaran dan selalu melebihi pendapatan. Kalau pemerintah selalu bingung dengan rencana belanja yang tidak direalisasikan sesuai target, kita justru bingung kenapa gaji selalu habis mendekati akhir bulan. Lupa udah dibelanjain untuk apa aja, hehehe...

Saturday, December 3, 2011

Mengalahkan Penggerus Nilai Uang

Ini sebenarnya merupakan sebuah topik lama, tapi saya jadi tertarik untuk kembali membahas karena kebetulan dua minggu lalu sempat (ngga sengaja) mencuri dengar suatu obrolan yang cukup menggelitik. Intinya seorang karyawati di gedung kantor saya sedang menunggu lift sambil menasehati temannya:
A: Ngapain pusing mikirin biaya pendidikan? Lo beli emas aja. Daripada nabung, nilai uang kita akan tergerus perlahan-lahan.
B: Tapi katanya bagusan pake Reksadana?
A: Reksadana itu kan basisnya uang, nantinya akan dicairkan dalam bentuk uang tunai juga.Ya sama aja bakalan turun nilainya. 
Kenapa menarik? Karena saya ngga tau siapa yang sebenernya ngga ngerti masalah investasi, hehehe. Yang saya paling ngga ngerti justru di statement bahwa RD kan basisnya adalah uang dan pasti akan turun nilainya waktu dicairin. Emang emas penilaiannya ngga pake duit apa yah? Trus pada saat akan membayar biaya sekolah, emang mo bayar pake emas?